Hari ini Kimo pulang. Pulang ke tempat yang tenang. Usia 3 tahun, jenis kelamin laki-laki, sudah disteril, jenis kucing kampung Tabby. Sudah tenang di antara 2 tanah ya Mo, Kak Fina dan orang rumah insyaAllah ikhlas, untuk kebaikan dia dan kami.
Kimo menderita sakit yang cukup parah.. membuat dia menderita selama 4 bulan ini, nama virusnya FIV, virus pada hewan yang menyerang kekebalan tubuhnya. Menurut para dokter hewan (Vet) yang beberapa kali kutemui, virus ini memiliki angka kematian yang rendah, namun penderitaannya yang tinggi.
Perjalanan pulang Kimo sudah bisa aku rasakan semenjak dia mulai banyak berperilaku aneh.. mulai dari pipis dan pup di sembarang tempat, intensitas makan yang agresif; misal makan tongkol dan dry food dengan gigitan dan kunyahan yang keras sampai melukai giginya. Tanda yang aneh juga aku lihat ketika dia suka menjilat tanah dan tidur di pasir pup. Sungguh, semua keanehan ini sudah kuceritakan ke Vet. Sebenarnya, Kimo bukan kucingku yang pertama kali berperilaku seperti ini. Sebelumnya, Kimi, Nubil, yang sama-sama punya virus FIV, juga berperilaku aneh menjelang akhir hidupnya. Hanya saja, aku yakin Kimo ini pasti sehat kembali, karena dia memiliki siklus yang cukup unik, naik turun; sehat-sakit-parah-mendingan-sehat-aktif-repeat. Huh, sedih sedih sedih.
Ternyata hari ini adalah hari terakhir Kimo ada di kandang. Keputusan untuk mengurung Kimo di kandang bukan hal yang gampaaaaaangg. Bukannya terkurung untuk mendingan, tapi malah menjadikan dia lemas dan stress; tapi harus kulakukan ya, ini untuk bisa memantau Kimo, dan untuk melindungi Chikuy, kucingku yang sehat dan semoga selalu sehat dan happy..
Malam sebelum kepulangan Kimo, aku mendulang Kimo dengan dry food di tanganku. Aku tau Kimo menyukai makan dengan didulang dan diberi topping snack atau wet food di atas dry food. Dia makan begitu lahap. Aku lanjutkan mendulang Kimo minum dengan pipet helpful bermerek One Med. Terima kasih pipet, aku tidak tau dengan cara apa aku bisa memberi Kimo minum tanpa alatmu. Alhamdulillah, Kimo nurut. Pukul 7 malam setelah makan, waktunya makan obat antibiotik. Kata Vet, obat ini bisa meredakan flu dan mengeluarkan cairan di perut Kimo.
Cairan apa? Iya, cairan eksresi. Siang harinya, aku dan kimo travelling Joyo Grand ke Suhat menggunakan tas baru jenis kucing astronot hits. Di perjalanan, dia sangat anteng, diam, syahdu.. Yap, kita ke klinik hewan untuk check-up. Aku mencatat semua tanda yang dialami Kimo. Vet dan asisten Vet mencari letak cairan Kimo yang berada di bawah perut. Cairan ini timbul karena FIV, dan akan selalu disimpan di tubuh Kimo, yang membuat metabolisme di tubuh dia terganggu. Aku hanya ingin rasa sakitnya berkurang, sehingga Vet menawarkan untuk menyedot cairan; dengan memasukkan jarum dan menghubungkan pipet lalu dituangkan ke mangkuk besi. Ternyata cairannya BANYAK, berisi 400 ml! Berat badan dia sebelum diambil cairan adalah 4,5 kg... berarti, setelah cairan disedot, dia turun 4,1 kg, sayangnya tidak semua cairan terambil, karena sebagian yang ada di tubuh dia sudah mengental dan sulit. Ya, ini adalah kronologi cairan yang aku khawatirkan selama 2 bulan ini.
Aku sudah siap dengan worst scenario kalau dia sudah tidak bisa survive dengan penyakitnya, terlepas angka kematiannya rendah atau bagaimana. Keluarga di rumah juga khawatir jika kesakitan kimo selalu merepotkanku. Soal cairan, pup sembarangan, tidur tidak nyenyak, flu dan batuk yang dia derita 24 jam sebelum mati.
Good bye Kimo, aku tau kamu pamit pulang kepadaku setelah aku tiba dari praktek Puskesmas. Aku tau kamu sayang aku, dan Kak Fina sayang kamu Kimo. Kimo sudah tenang ya, sudah tenang, sudah happy yang unlimited. Aku tidak tega melihat sakitmu. Virus ini jahat karena sudah mencuri kelucuanmu, Mo. Despite it all, I am happy that he has been there with me and my family. Who would've thought my sis, Kak Vannia saw a little Kimo on 2019 in front of our house. It is never a coincidence, he met his home, and we raise such a beautiful happy cat like you.








