Pinakosit

Slice of expression living in Alfina's moments.

Sunday, January 5, 2020

berteman dengan campak

campak menyerang aku di awal musim kemarau, di akhir bulan Ramadhan 2019. aku akan menceritakan semuanya mulai dari akhir perkuliahanku di semester 2.

survive dari ujian akhir 

di akhir perkuliahan, aku menjalani ujian praktek matakuliah dasar kuliner. ujian ini individu dan teknisnya memasak makanan yang yang aku dapat dari undian… wow aku dapet tom yum gong, masakan Thailand. aku punya waktu 2 hari untuk blajar masak. 

hari itu tiba, aku berbagi kompor dengan temanku rippie, dia masak sushi roll. 3 jam berlalu, dan kita letakkan hidangan kita di meja hidangan lab. hari itu bulan puasa, aku sama skali ngga ngincip, akhirnya teman-teman disebelahku mengincip "kurang asin, kurang asem, blablabla". 

oke, setelah evaluasi masakan, kami sekelas dibawakan plastik untuk membungkus makanan untuk bisa dimakan waktu buka puasa. alhamdulillah, alhamdulillah

beberapa hari setelah uprak, aku kembali ke kampus untuk merayakan sempro mba Alya, rekan the chamber; "selamat mba Alya", lalu aku pulang ke rumah.

di perjalanan ke rumah, aku merasakan lapar yang sewajarnya timbul pukul 11 an. tapi kali ini, aku juga merasa pusing dan demam, entah mungkin aku tidur setelah sahur atau bagaimana. 

jember

setelah kuliah slesai, h-2 kami sekeluarga mudik ke jember, rumah nenek dari ayah.. kami mencoba tol baru, seru dan megelno karna harus niteni/memperhatikan papan instruksi yang masih belum jelas instruksinya, pada saat itu.

idul fitri berjalan lancar, kami solat di lapangan stasiun rambipuji ((gede, luas, view baguus)), dan kumpul-kumpul seperti biasa. karena rumah mbah ti adalah rumah tetua, kami selalu didatangi warga-warga sekitar, dan tugas kami-kami cucu mbah ti adalah menunggu di depan teras dan mempersilahkan tamu masuk bergantian. seerti tahun-tahun sebelumnya, ada aja cowok ganteng, ada juga yang curi-curi pandang, wkwk, euforia silaturahmi. 

kadang aku ingin momen ini segera berakhir, karna kadang bisa sampai sore dan melelahkan. 

ada saudara perempuanku, lingling, yang kuanggap dekaat sekali disbanding saudara cewek yang lain. kita curcol2, sambat2, bareng. aku seneng dia bisa lega bercerita karna saat itu memang dia sedang kalut, yah pubertas…..

let us out

selama bertahun2 mudik ke jember, aku dan kak vannia belum pernah keluar untuk mengelilingi kota jember, kecuali silaturahmi, makan bareng, merayakan ultah, dkk. 

kali ini kak upik dan kak vannia ingin ke mall, aku dan lingling juga ingin ikut. kami izin ke tante dewi, sedikit keringat dinging tapi akhirnya kami diizinkan. horeeeeey ladub

kita semua nonton, tapi ga bareng. kak van dan kak upik nonton aladdin, aku dan lingling nonton kuntilanak huahahahhaha. 

seru abis, kocak, akhirnya keluar dan foto-foto didepan cover film. 

selanjutnya pulang dan beli kartu uno untuk di rumah, kumpul keluarga sekalian main bareng, ada saudara paling kecil yang bisa dijadiin bahan gara2, wkwkkwk. 

sakit

aku bangun pagi pukul 8. aku merasa nggak enak hati, karna yang lain udah pada bangun. "aku kenapa se?" badanku aneh. sangat lemah, lesu, pusing. aku baru ingat kalau aku sedang datang bulan. aku ke kamar mandi, ke dapur, dan kembali ke Kasur, dan tidur. aku ingin kembali segar…… 

aku bangun lagi pukul 12 siang. badanku semakin sakit, tulang2 terasa nyeri, jantungku berdebar kencang, badanku panas. aku nangis dan manggil mama, mama lagi main uno dan Nunda buat ke kamar. akhirnya, mama dating dan she knows im not okay. hari itu aku nggga ikut kemana2, stay di rumah dan mencoba tidur. entah rasanya ingin muntah, dan akhirnya aku keluarkan. omku memberi segelas teh panas untuk menghangatkan perut, walaupun dari sisi kesehatan teh memang kurang pas, tapi tetap kuminum karna sudah takbisa kutahan rasa sakitnya. 

sore hari, keadaanku semakin memburuk, tubuhku makin lemas, panggulku sakit-- sepertinya karena datang bulan, tulang-tulang dan sendi-sendiku terasa sakiiiit semua, remek. kak upik dan kak van pun memebeli obat Pereda mens, obat herbal, dan lainnya. akhirnya mama pun searching-searching di google, bisa jadi aku sakit karena datang bulan, dan masuk angin. 

malam harinya, kebetulan tetangga di seberang jalan adalah bidan. kami memutuskan untuk periksa. badanku sakit sekali,gatal, merah2, aku pun tidak kuat untuk jalan kaki, dan akhirnya kedua tanganku dikunci di kedua leher saudara-saudaraku. 

"tekanan darahnya 140/80, ini bisa jadi dehidrasi, ginjalnya kerja keras, stress". aku pasrah dengan semua diagnosa bu bidan. mungkin aku harus banyak2 minum air putih. pikiranku sudah kabur, ingin aku segera pulang ke mbah ti dan tidur.

mama dan kak van berusaha menenangkan, karna aku sangat takut. tapi akhirnya aku tertidur, karena obat yang macem-macem dan belum fix ini kena sakit apa.

besoknya, kami harus berangkat ke probolinggo untuk acara halal bi halal. dalam perjalanan, aku sangat menderita, cuacanya panas sekali, badanku panas-dingin dan lemas. 

setiba di probolinggo, badanku mulai membaik. aku mulai makan bakso ketika keluarga2 sedang kumpul Bersama. 

mama datang dan menanyakan kondisiku, aku sempat ingin rawat inap dan tidur. acil indah menghampiri kami dan mencoba untuk menelpon dokter Irma untuk videocall denganku. aku menyebutkan semua gejala2ku dan aku melihat dr Irma senyum seperti beliau mengenali jenis penyakit ini like  "its a familiar one, ah I know this, no need to worry". dr Irma menyaut "oh kena Campak ini". aku heran kenapa dr Irma se chill itu, damn im freaking dying that time.

ok, lets deal, aku kena campak. apakah campak berbahaya?

campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, menyerang system pernafasan, kulit (muncul ruam di setelah hari ke 3 demam turun), dan saluran pencernaan, memiliki masa inkubasi 7 hari (jadi aku suda terinfeksi sejak uprak kemarin). "campak bisa sembuh dengan sendirinya, karena tubuh dapat melawan penyakit ini". lalu apa obat untuk mempercepat penyembuhanku? aku harus minum obat2 mulai kimia sampe herbal. aku direkomendasikan minum imboost dan kunir madu di sore hari, untuk mendinginkan perutku.

masa penyembuhanku cukup lama, yaitu 7 hari. aku harus tetap periksa ke dokter bpjsku untuk memastikan aku benar-benar campak. selama 7 hari, aku sangat mudah lapar dan enggan makan di waktu yang sama. di malam hari, aku sangat lapar dan lidahku terasa pahit, ingin muntah. pukul 01.00 pagi aku bangun dan muntah tanpa isi. it was the unsatisfying vomit, tho.

rutinitas ini harus aku jalani, aku ingat pola reaksiku saat akan lapar, saat akan muntah, aku pikir aku sedang sakit keras. namun aku juga berfikir kalau orang-orang yang rawat inap/sakit keras akan lebih menderita karena tiap hari harus intensif perawatannya… huf

setelah 4 hari, demamku mulai turun. tapi sekujur tubuhh terasa gatal, aku yakin ini ruam. saat aku membuka baju untuk melihat punggung, ruamku sudah sangat merah, wah… kulit terasa clekat clekit

ruam mulai timbul, pertanda akan sembuh.

sore hari, keluarga besarku datang ke rumah, karena masih suasana idulfitri kami punya banyak hidangan untuk dimakan. kucingku, cimil minum meminum air di mangkok plastik. itu adalah minum terakhirnya. dia keluar untuk bermain bersama saudara2ku, lalu mobil hitam Avanza dari arah utara dengan laju cepat melewati rumah, dan cimil tertabrak. kakakku histeris dan sangat kaget. kami semua menangis dan memegang tangan lucunya, dia masih berumur 1 tahun. selamat tiggal cimil, we miss you a lot.

tak terasa, hari-hari dimana aku sakit justru ditambah dengan kepergian kucingku cimil. kami berduka

2 minggu setelahnya, adikku terkena campak, 1 bulan setelahnya, kakakku terkena campak.

dasar aku, toxic :) wkwk






No comments :

Post a Comment

Wdyt?