Senin,
24 Februari 2020 pukul 13.00-15.00 WIB, kelas Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika
2A berjumlah 39 mahasiswa dari kampus Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
melakukan observasi di Ruang Belajar Aqil (RBA). Tempat ini berada di Jl.
Cempaka nomor 1, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Dalam observasinya, 39
mahasiswa dibagi menjadi bebrapa kloter, masing-masing kloter beranggotakan
7-10 mahasiswa, yang dipandu oleh 1 relawan untuk menelusuri RBA.
Telusur
Ruangan atau room tour yang diikuti
oleh Saya dipandu oleh Mas Zidan, yang merupakan relawan tetap di RBA. Bersama
Mas Zidan, roomtour yang dilakukan
meliputi ruangan literasi, kebun edukasi, ruang belajar utama, ruang pengelola,
ruang desiminasi, ruang rekreasi, dan ruang program. Dalam perjalanan di setiap
ruangan menghabiskan waktu yang cukup lama yaitu 1,5 jam. Waktu tersebut digunakan
untuk bercerita dan berdiskusi mengenai sejarah RBA, bagaimana RBA bisa
terbentuk, bagaimana RBA dapat mendapatkan buku, bagaimana relawan dan staf
magang berkegiatan, hingga jam operasional RBA. memaparkan ilmu-ilmu manajemen
yang diberlakukan di RBA, seperti perencanaan program kerja, output, sasaran, dan kolaborator yang
terkait RBA.
Dalam
perjalanan telusur ruangan, Saya mendapatkan banyak sekali informasi mengenai
RBA. RBA telah berdiri sejak 10 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2020. RBA merupakan
sistem yang diadakan secara non-profit
atau tidak mengambil keuntungan dalam beroperasional. Adapun yang menyumbangkan
buku-buku untuk dibaca di ruang literasi adalah para donator. Kegiatan lain
yang juga dilakukan selain literasi adalah kegiatan pembahasan skripsi, yang
dilakukan oleh KRS +. Kegiatan ini dilakukan dan diharapkan dapat membantu pengerjaan skripsi atau tugas akhir
perkuliahan, meningkatkan daya nalar, dan meningkatkan skill kolaborasi. Adapun
sistem yang dilakukan adalah 4 tahap presentasi oleh pembuat skripsi, dan
dilanjutkan dengan saran oleh para peserta KRS + dan 1 mentor. Selain skripsi,
RBA memiliki jadwal program binaan yang terstruktrur terplotting di setiap
daerahnya di area Malang raya hingga Kota Batu. Untuk memperlancrar seluruh
kegiatan RBA, para relawan diklasifikasikan menurut jenis-jenisnya, pembukuan
uang dan transparansi dana dipaparkan guna mengetahui pemasukan dan pengeluaran
kegiatan RBA. RBA juga memberlakukan sistem peminjaman buku. Buku tersebut
dapat dipinjam oleh pengunjung dengan cara mendaftar anggota, menyertakan
KTP/KTM, lalu dapat dipinjam hingga 2 minggu.
Kegiatan dalam RBA berkaitan sangat erat
sekali dengan implementasi ilmu manajemen. Seluruh program kerja dan
pelaksanaannya dilakukan dengan perencanaan, target atau sasaran yang jelas,
relawan yang mengetahui tugas pokok dan fungsi masing-masing, dan sistem yang
memberi kenyamanan. Mas Zidan pun mengatakan bahwa jika terdapat masalah dalam
RBA, seluruh komponen yang berada di RBA turut menganalisis masalah, dan
memikirkan pemecahan masalah, dan mencegah agar masalah tersebut terjadi.
Saya
sebagai salah satu pengunjung RBA mengapresiasi adanya RBA yang dapat
beroperasi dengan baik dengan manajemen yang mantap selama 10 tahun ini. Saya
tertarik membaca buku- buku di RBA yang diantaranya banyak yang Saya minati. Untuk
kedepannya, saya harap RBA mendapatkan subsidi dari pemerintah untuk mendukung
program literasi, yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa.





No comments :
Post a Comment
Wdyt?