ALFINA
NUR ISYROFI
POLITEKNIK
KESEHATAN KEMENKES MALANG
“The first wealth is
health” – Ralph Wa’do Emerson
Kemakmuran yang utama adalah Kesehatan)
Kemakmuran yang utama adalah Kesehatan)
Indonesia adalah negara berkembang dengan angka penderita
anemia wanita subur sejumlah 40%, kematian akibat penyakit jantung 30%, dan pada
tahun 2012, 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker (www.depkes.go.id),
angka penyakit tersebut tidak berbanding jauh dengan negara maju seperti
Amerika Serikat. Data tersebut menunjukkan bahwa status kemakmuran Negara tidak
mempengaruhi penyakit degeneratif yang diderita warga Negara tersebut.
Paradigma sehat telah
diupayakan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, khususnya upaya
pencegahan penyakit degeneratif melalui iklan di media massa, dan Upaya Pendekatan
Keluarga (UPK). Tahun 2018, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) berfokus
pada tiga aktivitas utama, yaitu: memeriksa kesehatan secara rutin, melakukan
aktivitas fisik, dan mengonsumsi sayur dan buah (gizi.depkes.go.id). Gerakan nomor
3 yaitu mengonsumsi sayur dan buah akan diulas dalam essay ini.
Berbagai survey membuktikan bahwa akses untuk
membeli Buah dan Sayur di Indonesia kurang merata, ini dibuktikan dengan banyaknya
anak yang menderita kekurangan vitamin dan mineral, seperti KVA dan Gondok di
daerah tertinggal. Jikalau hal ini tidak mendapat campur tangan pemerintah,
maka status gizi penduduk tersebut dipastikan tidak normal. Pohon buah dan
sawah di Indonesia memiliki lahan pertanian yang relatif luas, namun impor buah
yang sebenarnya dapat diproduksi di Indonesia justru lebih banyak, dan masyarakat
terbukti memilih mengonsumsi buah produk impor daripada buah lokal. (senusantara.wordpress.com)
menyatakan, hal inilah masalah utama dalam pengelolaan buah di Indonesia .
Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2015 menyatakan bahwa
angka konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia tergolong rendah yaitu sekitar
57,1 gram per hari dan 33,5 gram per orang per hari. Data lainnya menunjukkan
Indonesia adalah negara konsumsi buah terendah di regional Asia, kata Fiastuti
sembari menunjukkan data Balitbang Kementrian 2011. (Prihedityo, Endro, CNN
Indonesia 2018). World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia
telah menetapkan konsumsi buah dan sayur yaitu 300-400 gram untuk anak usia
sekolah dan 400-600 gram untuk orang dewasa, yaitu setara dengan 2-3 buah per
hari dengan warna dan jenis yang berbeda.
Edukasi diri merupakan hal yang mendasar. Dengan
edukasi kesehatan, seseorang akan tergerak kesadaran untuk mengubah diet
(makanan). Maka kesadaran masyarakat diperlukan untuk Gerakan Masyarakat Hidup
Sehat. Masyarakat perlu memahami dan peduli akan kesehatan diri. Pola pikir
dapat diubah dengan menumbuhkan rasa “saya harus sehat, dengan sehat saya bisa
melakukan aktivitas, bekerja, berpikir”. Buah dan Sayur bukanlah hal yang mahal
atau sulit dijangkau, melainkan Buah dan Sayur memiliki esensi yang tinggi
dalam proses pengaturan tubuh sebagai upaya pencegahan dan pengobatan penyakit.
Seiring perkembangan zaman, terdapat teknologi mesin pencampur atau kerap disebut “Blender”, dimana buah dan sayur dapat
diolah menjadi minuman yang berserat halus yaitu Jus. Maka jus dapat dijadikan
sebagai solusi alternatif konsumsi buah dan sayur. Sesuai pengertian, Jus
adalah sari buah (KBBI, 2018). Dapat diambil pengertian bahwa jus adalah cairan
yang secara alami terkandung dalam Buah dan Sayur.
Perlu diketahui bahwa Buah dan Sayuran merupakan
Triguna Makanan nomor tiga yang berfungsi sebagai zat pengatur dengan kandungan
Vitamin dan Mineral. Jokowarino.id (2018) menyatakan bahwa buah dan sayur bebas
dari kolesterol, sehingga dapat terhindar dari penyakit jantung dan tekanan
darah tinggi dimana kolesterol terdapat dalam darah. Kelebihan kolesterol
banyak diderita penduduk daerah perkotaan, seperti Ibu Kota Jakarta, Bandung,
Jogja, Semarang, Surabaya, dan kota di Jawa laimya. Namun bukan hanya penduduk
kota yang menderita kelebihan kolesterol, penduduk desa pun bisa dikarenakan
pola makan berupa “gorengan” dengan penggunaan minyak goreng lebih dari 3 kali.
Makanan seperti gorengan dan cepat saji tersebut
mengandung kadar Low Density Lipid (LDL) tinggi yang jika terdapat dalam jumlah
besar di tubuh akan menempel di peredaran darah dan menyebabkan penyakit
kardiovaskuler. Buah dan Sayur mampu
membasmi LDL dan mengganti dengan High Density lipid (HDL) yang tinggi, sebagai
contoh yaitu jus Alpukat. (Siregar, Amarullah, 2007:25) Alpukat mengandung
omega-3 sebagai lemak esensial untuk kesehatan jantung, dan kandungan Asam
Folat untuk membantu mengurangi sensivitas tubuh terhadap pencetus stress.
Bagi penderita anemia, jus semangka, jambu, dan tomat diyakini ampuh mengembalikan zat
besi karena memiliki kandungan vitamin A yang dapat mengoptimalisasi zat besi
dalam tubuh. Masalah kesehatan bisa diatasi melalui konsumsi buah dan sayuran, Svastha Harena.
Jus dapat dikonsumsi segala usia, termasuk lansia
karena Jus memiliki serat yang rendah sehingga mudah dikonsumsi. Menurut
(mynurz.com:2018), jus dan smoothies
yang cocok digunakan untuk lansia, yaitu Anti Penuaan : Jus anggur,
blackcurrant (mempunyai zat anti penuaan).
Menurut cookpad.com (2018), terdapat banyak buah dan
sayur kombinasi yang aman untuk dijadikan Jus, yakini Jus bengkoang mangga
anggur, buah bit wortel lemon dan madu, buah naga lemon dan madu, dan
sebagainya. Sementara menurut m.kumparan.com (2018), “beragam pilihan jus sayur
yang paling sehat dan bernutrisi tinggi, yaitu sayuran hijau, tomat, wortel, dan seledri”.
Pembuatan jus memerlukan buah dan atau sayur,
sedikit gula, dan air. Untuk menambah selera, biasanya menambahkan es dan susu,
namun pada dasarnya es tidak baik. putrajunio.blogspot.com (2018) menyatakan “Pada
prinsipnya, orang akan lebih sehat apabila segala sesuatu yang dimakan atau
diminum mendekati suhu tubuh. Dengan demikian, seluruh sistem pencernaan tidak
terlalu repot untuk menyesuaikan dengan suhu makanan yang masuk. Selain itu,
pada suhu dingin, saraf-saraf di sekitar mulut, tenggorokan, sampai perut
bagian atas akan terangsang secara
mendadak dan justru akan menghambat metabolisme”. Sedangkan tambahan susu
kental manis akan mengurangi nilai gizi dari buah tersebut karena zat gula,
karbohidrat, dan lemak yang cukup tinggi.
Upaya penulis dalam essay ini adalah menyediakan
alternatif untuk mengonsumsi buah dan sayur secara menarik dalam bentuk Warung
Jus. “Warjus” ini tersedia untuk para penjual jus agar dapat menjual jus di tempat
yang layak. Warung ini diharapkan dapat dijumpai di setiap 200 meter, yang di
dalamnya berbentuk kantin dengan meja
mini dan kursi yang cukup.
Warung ini akan tersedia di seluruh daerah
Indonesia, khususnya daerah terluar tertinggal, seperti kota di Pulau Sulawesi,
Irian Jaya, Kalimantan, dan daerah lain di Indonesia. Tidak hanya daerah
tertinggal, Warung Jus diupayakan untuk hadir di Kantin Rumah Sakit yang
diharapkan pasien akan memiliki mood
yang baik selepas dari ruang periksa atau rawat inap.
Filosofi mewujudkan ide “Warung Jus” ialah hasil dari
pengamatan penulis di kota Malang selama 3 tahun yang menunjukkan bahwa para
pembeli jus cenderung akan mengonsumsi
jus dengan posisi berdiri atau jalan, dan atau jus tersebut diminum dan tidak
langsung dihabiskan yang akan berdampak pada kontaminasi mikroba pada jus
tersebut. Selain itu, para penjual jus kurang mendapat tempat yang strategis
serta lahan untuk parkir relatif sulit yang menyebabkan para pembeli enggan mampir
untuk membeli.
Adapun waktu untuk minum jus yang dianjurkan adalah pada
waktu perut kosong (20 menit sebelum makan) karena jus yang masuk dalam perut
akan diolah terlebih dahulu. Dr. Raehanul Bahrain menerangkan
bahwa memang benar secara kesehatan dianjurkan untuk makan buah sebelum
makan besar, karena lebih memudahkan penyerapan buah dan gizi yang terkandung
di dalamnya, dan tidak bersaing dengan penyerapan makanan utama serta bisa juga
meningkatkan kadar glukosa darah. Maka dalam Warung Jus harus tersedia kursi
yang cukup agar konsumen dapat menikmati jus yang masih segar sebelum makan
makanan berat.
Langkah kecil dalam mengupayakan “Warung Jus” akan
mewujudkan upaya gerakan masyarakat hidup sehat, sekaligus sebagai sarana promosi
buah dan sayur. Harga Jus diupayakan ekonomis dan terjangkau untuk semua
kalangan, dengan tarif 5.000,- sampai 15.000,-, disesuaikan dengan jenis dan
musim buah dan sayur.
Gagasan kecil ini berasal dari anak bangsa yang
peduli akan status gizi dan kesehatan rakyat Indonesia. Negara Indonesia butuh agent of change sebagai jembatan menuju
kemakmuran di tahun yang akan datang. Semoga gagasan kecil dapat berpengaruh
besar dalam perwujudan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Indonesia, yakini nomor 3
mengonsumsi buah dan sayur. HIDUP SEHAT, INDONESIAKU!
Bibliography
( 2015). Pemantauan Status Gizi (PSG).
11-jus-untuk-diet/. (n.d.). Retrieved September 4, 2018, from
http://resephariini.com.
resep-jus-sayuran-dan-buah-untuk-terapi-penyakit-ringan-hingga-berat.html. (2015, 12). Retrieved September 4, 2018, from
http://infoherbalis.com.
(2017 , September 15
). Retrieved September 4, 2018, from https://artikatadari.com/jus/
10-minuman-sehat-untuk-lansia/. (2017, Oktober). Retrieved September 4, 2018, from
https://mynurz.com/blog.
arti-kata/jus.html. (2017, September 15). Retrieved September 4, 2018, from
https://jagokata.com/: https://jagokata.com/arti-kata/jus.html
pentingnya-konsumsi-buah-dan-sayur-bagi-kesehatan-tubuh. (2017, 02 18). Retrieved 09 Wednesday, 2018, from
http://jokowarino.id/.
resep-jus-kombinasi-untuk-mencegah-penyakit-kronis-seperti-hipertensi/. (2018). Retrieved September 4, 2018, from
http://www.kindymindy.com/.
berita/manfaat-jus-bagi-kesehatan. (n.d.). Retrieved 9 4, 2018, from www.dokter.id.
Herbold, N. H. (2007).
Buku Saku Nutrisi.
Prihedityo, E. (2017,
01 25). gaya-hidup/. Retrieved September Wednesday, 2018, from
cnnindonesia.com.
Priherdityo, E. (2016
, 05 26). gaya-hidup/20160526032604-262-133498/konsumsi-buah-indonesia-paling-rendah-se-asia.
Retrieved September 3, 2018, from www.cnnindonesia.com
Sehat, H. (2018, 02
17). 1hourmusic/4-jenis-sayuran-yang-paling-sehat-untuk-dibuat-jus.
Retrieved 09 3, 2018, from www.m.kumparan.com/.
Siregar, A. H. (2007).
Good Mood Food Makanan Sehat Alami.
Soekirman, d. (2006). Hidup
Sehat Gizi Seimbang dalam Siklus Kehidupan Manusia.
Vernanda, D. A.
(n.d.). /id/cari/jus%20buah20%sehat. Retrieved 9 3, 2018, from
https://cookpad.com.